//
you're reading...
It's all about God

Menikmati keterlibatan Tuhan

Ini cerita minggu lalu. Sebenarnya sudah aku tulis di word minggu lalu, cuma baru sempat hari ini upload ke WP.

Pagi itu, Selasa 14 December, aku harus terbang ke Padang untuk monitoring keuangan project. Aku trip bersama dengan bos dan seorang teman dari bagian program, dengan Garuda airlines at 6.15 am. Sebenarnya aku kurang suka dengan jadwal terbang sepagi ini sebab berarti aku harus bangun jam4-4.30 pagi dan siap berangkat dari rumah paling lambat at 5.00 am dengan estimasi tiba di airport 5.30. Anyway, karena aku tidak trip sendirian, jadi aku ikut saja dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Sehari sebelum jadwal tugas luar kotaku, hari Senin aku ambil cuti. Ada acara perayaan Natal persekutuan doa dirumah kami, dimalam harinya, jadi banyak hal yang harus aku persiapkan untuk itu. Maklumlah, tak banyak orang yang bisa diharapkan untuk urus acara Natal ini sehingga persiapan yang dilakukan agak mepet. Jadi hari Senin itu sejak pagi aku sudah sibuk dengan berbagai urusan berkenaan dengan perayaan Natal tersebut. Ngetik-in buku acara, nyiapain small card ucapan Selamat Natal untuk souvernir. Lalu sekitar jam 11 aku pergi ke pasar Jatinegara bersama kakakku, mencari souvernir Natal dan berbagai kebutuhan. Tiba dirumah jam 2 siang, makan siang, lalu lanjut lagi pergi mencari lampu Natal untuk dekorasi ruang, dan ke pengetikan komputer untuk mem-print buku acara dan mem-photocopy. Sampai dirumah sudah jam 5. Aku segera beres-beres rumah dan menambah beberapa dekorasi rumah, sementara para ibu sedang memasak untuk acara makan malam untuk perayaan Natal tersebut.

Perayaan Natal berjalan dengan lancar walaupun agak sedikit terlambat karena waktu yang sangat sempit untuk persiapkan segala sesuatu dan mempersiapkan makanan. Puji Tuhan beberapa orang baru yang kami undang hadir, sehingga malam itu lumayan banyak tamu yang datang untuk bersama-sama merayakan Natal bersama kami.

Aku baru bisa tidur jam 12.30 malam, setelah setengah memaksakan diri yang sudah lelah dan mengantuk, untuk mempersiapkan pakaian yang akan kubawa untuk trip ke Padang esok paginya. Aku memasang alarm handphone ku pada jam 3.30, supaya lebih aman (tidak kesiangan), walaupun gak yakin apa aku bisa tidur malam hanya 3 jam. Akhirnya aku tertidur dengan lelah yang tersisa.

Hampir pukul 5 pagi, tiba-tiba aku mendengar suara mamaku berteriak dari lantai bawah, membangunkanku. Astaga! Aku kesiangan! Jam dikamar sudah menunjukkan 4.54. O my God! Aku bergegas menyambar handuk, lari kekamar mandi. Sikat gigi, lalu cebar-cebur, then lari kembali ke kamar. Cepat aku memakai pakaianku, sambil panik memasukkan berbagai perlengkapan mandi dan kosmetik, yang belum sempat aku siapkan malam harinya. Tanpa dandan, aku langsung pergi, diantar abangku naik motor kepangkalan taxi. “Pak, ke airport, tolong cepat ya”. Supir taxipun melaju. 5 menit kemudian aku kembali mem-push pak supir dengan tak sabar: “Pak, tolong cepat donk, saya sudah telat nih, pesawat saya jam 6 pak, tolong pak….” Saat itu jarum jam ditanganku sudah menunjukkan pukul 5.30. “Tuhan tolong…jangan sampai aku ketinggalan pesawat Tuhan…”, doaku berulang-ulang dalam hati. Supir taxipun melarikan mobilnya dengan cepat, menyalip setiap kendaraan didepan kami. Sementara rekan kerjaku, yang dari jam 5 sudah sampai di airpot, menolong untuk men-check in-kan aku.
Thanks God, I arrive at airport at 5.45. Cepat juga si supir taxi melarikan taxinya. Aku menghela nafas lega sambil berjalan masuk keairport. Rekan kerja and bosku masih duduk santai di Star Bucks, menikmati coffee panas untuk menghangatkan perut. Tepat pukul 6.15, pesawatpun terbang membawa kami ke Padang.

Diperjalanan aku termenung. Tuhan membukakan sesuatu hal dipikiranku. “See, I know what you need, when you need it, and how it will work for you”, Holy Spirit speak in my heart. Ya, Tuhan sangat tahu apa yang aku butuhkan, kapan aku membutuhkannya, dan bagaimana cara agar aku mendapatkannya. Pada saat aku memasang alarm di handphone ku, aku sudah tak yakin apakah aku, yang biasa tidur malam cukup (7-8 jam), bisa tidur malam hanya 3 jam, apalagi ditengah kondisi badan yang lelah. Dan Tuhan ternyata lebih tahu, bahwa aku membutuhkan istirahat cukup malam hari itu, setelah seharian sibuk dengan urusan pekerjaan pelayanan. Tuhan “sengaja” membiarkan aku tidak terbangun dengan alarm hp (aku ga yakin itu hp berbunyi apa tidak, sepertinya sih tidak sebab kakakku yang tidur sekamar dengan aku pun tidak terbangun). Tuhan “sengaja” menambah jam tidurku 1,5 jam lagi, sehingga aku bisa tidur paling tidak 4,5 jam, karena Tuhan tahu, itulah yang aku butuhkan saat itu. Tuhan tahu kapan aku benar-benar membutuhkan itu. Dan Tuhan tahu bagaimana cara menyediakannya untukku. Dia biarkan aku terlambat bangun, tapi tidak Dia biarkan aku ketinggalan pesawat. Dia luar biasa. Aku terkagum-kagum dengan keterlibatan Tuhan dalam rutinitas kehidupanku. Ach Tuhan, thank you so much. I know, I never be alone. You are wonderful. I really admire You.

About susanrumbo

a simple and modest girl

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: