//
you're reading...
It's all about God

lOmpAtAN IMAN

Hi teman, kali ini aku ingin membagikan suatu kesaksian hidupku, dimana pada saat-saat itu aku merasakan suatu lompatan iman dalam menaruh percayaku kepada Tuhan .

Ini mengenai pekerjaanku. Karirku (red: pekerjaan) dimulai dengan menjadi staff akuntansi di sebuah pabrik di Bogor, setelah 3 bulan menganggur selesai wisuda. Aku bekerja di pabrik itu selama 2 tahun. Dari situ aku pindah ke suatu perusahaan consultant, di salah satu proyeknya. Aku berpindah-pindah proyek dengan perusahan consultant itu, ada 4 kali. Yang terakhir aku kerja disalah satu proyeknya di Yogya, selama 2 tahun.

Selesai proyek di Yogya, Maret 2005, aku kembali ke Jakarta. Aku mulai cari-cari kerja lagi, sambil menunggu kalau-kalau ada proyek lagi dari perusahaan consultant itu.

Nah, lompatan imanku bermula dari begini: Setelah 3 tahunan kerja, aku mulai punya keinginan punya mobil sendiri, dan mulai menabung. Jadi waktu aku selesai di Yogya dan kembali ke Jakarta, aku mulai berniat beli mobil. Aku itung-itung, berapa uang yang kupunya, berapa harga mobil yang aku mau, dan berapa cicilan yang aku harus bayar. Akhirnya jadilah, hitung-hitunganku mengatakan bahwa aku harus dapet kerjaan baru dengan gaji 6 juta, supaya bisa nyicil mobil. Nilai Ini adalah 2x lipat gaji terakhir aku di Yogya. Nah, mulailah aku beriman dan berdoa pada Tuhan, supaya aku dapet kerjaan dengan gaji 6 juta. Ga hanya itu, aku juga pengen kerja di Jakarta aja, jangan diluar Jakarta lagi, ga proyek lagi tapi menetap, dan yang hari Sabtunya libur supaya aku bisa mengisi hari Sabtu dengan kegiatan rohani. Itu keinginanku. Jadi aku tulis list doaku seperti ini:

1. Gaji 6 juta per bulan, supaya bisa nyicil mobil
2. Based di Jakarta, biar dekat keluarga
3. Permanen (bukan proyek), soalnya udah cape pindah-pindah kerja karena proyek selesai
4. Hari Sabtu libur, biar bisa diisi kegiatan rohani

Dan mulailah aku mencari-cari lowongan dan mengirim lamaran. Setiap malam sebelum tidur aku berdoa, khusus buat list doaku itu.

Bulan pertama lewat, tidak ada panggilan. Aku masih santai. Bulan kedua berlalu, juga tanpa ada ring telepon undangan interview. Aku masih tenang, dan tetap membawa list doaku itu setiap malam. Bulan ketiga, ada panggilan interview di Bekasi. Wew, aku senang banget! Aku menyiapkan diri dan pergi kesana pada hari yang ditentukan, diantar teman gereja. Teman-teman digereja, yang sudah tahu tentang list doaku itu mendukung dalam doa supaya interviewku sukses. Gaji yang ditawarkan, 5 juta. Well, masih kurang dari keinginanku, tapi it’s ok lah, masih bisa dimanage. Janji seminggu dikasih kabar, seminggu lewat, tidak ada berita. Aku penasaran, kok tidak ada telephon yaa.. apa belum diputuskan…

Akhirnya kuberanikan diri menelepon dan bertanya, bagaimana hasil interviewku. Penasaranku hilang, tapi tidak memberi kegembiraan… sebab ternyata sudah ada yang mereka pilih. Artinya, aku tidak terpilih.. aah Aku kecewa… 

Aku membangun semangatku lagi. Tetap beriman dan berdoa. Duh Tuhan, sudah lebih 3 bulan aku menganggur… tolong Tuhan….

Bulan keempat, ada panggilan dari suatu organisasi asing di Kemang. Naik motor, aku pergi kesana. Cukup jauh juga dari rumah, ternyata. Tahap pertama, aku diinterview sama supervisor financenya. Orang local. Well, wawancara berlangsung baik, menurutku. Gaji yang ditawarkan, persis yang aku inginkan, 6 juta! Dan 3 hari kemudian aku ditelpon lagi, diundang untuk tahap kedua, tes. Wuah, iman ku langsung bangkit. Pasti ini, jawaban Tuhan… hatiku rasanya riaangg..sekali. Aku pergi kesana keduakalinya, untuk mengikuti tes. Ternyata aku tidak sendiri, ada 3 orang lagi disitu, yang juga akan tes untuk posisi yang sama denganku. Sebelum tes dimulai, kami sempat ngobrol-ngobrol.

Orang pertama: “aku kerja di organisasi social juga, tapi bukan asing. Aku tidak bisa bahasa inggris soalnya”

Orang kedua: “Aku kerja di asuransi. Belum pernah sih kerja di perusahaan kaya gini”

Pengamatanku untuk orang ketiga tampaknya juga tidak terlalu qualified, jadi aku cukup percaya diri saat itu.

Ternyata ada 1 orang lain lagi yang ikut tes juga, tapi dia datang terlambat, saat kami sudah mulai tes.

Kami duduk berlima di meja bundar, mengerjakan soal yang diberikan. Ga susah menurutku. Tes-nya berbahasa inggris. Aku sudah selesai, tapi kulihat 4 orang tadi masih pada sibuk dengan soalnya. Jadi aku periksa-periksa lagi jawabanku. Tak lama, staff yang memberi tes datang dan bertanya apakah sudah bisa dikumpulkan. Aku segera mengumpulkan, dan juga seorang lagi. Yang lain minta waktu tambahan untuk menyelesaikannya. Akupun segera pulang.

Dirumah aku bercerita dengan semangat, bagaimana tesku hari ini. Aku semangat sekali dan yakin, bahwa kerjaan itu pasti buat aku. Bagaimana tidak, statusnya permanen, hari sabtu libur, based di Jakarta, gaji 6 juta. Cocok banget kan?! 

Seminggu berdebar-debar nunggu dering telephone… tidak ada panggilan.. Waduuuh kok ndak ada yaa…? Apa jangan-jangan belum… mungkin besok kali…

Besoknya tidak ada juga.. besoknya lagi, tidak ada juga…. besoknya lagi, lagi-lagi tidak ada panggilan.. 2 minggu berlalu… akupun putus asa… ~x{

Keluarga dan orang-orang dekat sudah pada bertanya; bagaimana, ada kabar? .. Sudah dipanggil belom?.. aku dengan lesu menjawab: tidak ada panggilan….

Malam-malam sebelum tidur, aku kembali masuk kamar dan berdoa. Aku pegang gitar lalu mulai bernyanyi menyembah Tuhan dengan air mata.. mengeluh dan meminta..Aahh Tuhannn..kenapa aku belum dipangggil juga..? kenapa susah sekali dapat pekerjaaan..? Bapa…tolonglah aku..aku ga pengen lama-lama nganggur..aku malu Bapaaa…

Suatu hari mamaku tiba-tiba bilang begini: “Herni, mama rasa kamu harus minta ampun sama Tuhan”. “Hah, kenapa Ma?”, jawabku. “Iya, kamu sudah sombong, minta kerja dengan gaji tinggi”…. MasyaYesus.. aku tidak menyangka sama-sekali omongon mamaku seperti itu. “Siapa yang sombong, Ma?!”, sahutku. Aku bukan sombong… aku cuma mau minta yang lebih dari Tuhan.. soal gaji 6 juta..itu mah ga besar jaman sekarang.. banyak orang bergaji lebih besar dari itu… Naah aku cuma minta sama Tuhan, aku bisa seperti mereka, bisa dapat gaji agak besar…

Hari berikutnya, bapaku yang tiba-tiba nasihatin aku.. “Kamu jangan minta yang muluk-muluk laah..”. Aku jadi agak kesal menyahut: “siapa yang muluk-muluk sih?!. Kok punya iman besar dibilang muluk!”

Yaah… mereka tidak mengerti. Sama sekali tidak ada rasa dihatiku bahwa aku ingin gaji segitu karena merasa “pantas”. Aku cuma pengen Tuhan memberi aku sesuatu yang “lebih”. Aku percaya Dia sanggup kok.. ga ada susahnya untuk mengabulkan permintaanku…( iya kan, Tuhan?).

Tak lama setelah itu, tiba-tiba handphoneku berdering. “Dengan Herni Susanti?” “Ya, saya sendiri”… Ah, ternyata panggilan interview lagi! Aku diminta datang untuk interview, 2 hari lagi. Semangat! 

Akhirnya aku diterima bekerja. Di salah satu program bantuannya pemerintah Australia. Meskipun hanya temporer 3 bulan, dan gaji tidak seperti yang aku inginkan, tapi aku bersyukur. Paling tidak aku tidak nganggur lagi, dan bisa terima gaji lagi.

Temporer 3 bulan selesai, kontrakku diperpanjang 3 bulan lagi. Waktu kontrak tiga bulan ke-dua hampir habis, ternyata kebutuhan untuk posisiku masih ada. Karena menurut labor law tidak bisa kontrak kerja tiga kali berturut-turut, harus sudah permanen, akhirnya kantorku membuka posisi itu sebagai posisi baru. Sesuai procedure, proses seleksi pegawai baru harus tetap berjalan. Lowongan dibuka, applicant disaring dan diinterview. Aku masuk didalamnya, dijadwalkan untuk diinterview oleh team HR, sama seperti calon-calon lain dari luar. Waktu itu aku sama sekali tidak terpikir, bahwa aku akan ditolak. Aku hanya berpikir, ini cuma formalitas. Menjalankan procedure. Soalnya, sejauh ini aku merasa sudah melakukan pekerjaanku dengan baik. Supervisorku senang dan cocok dengan kerjaku.

Tak disangka-sangka, sehari menjelang hari terakhir kontrakku, aku dapat kabar dari supervisorku, bahwa aku tidak lolos!…. blasss… aku lemes.. sedih… down…

Esoknya, dihari terakhir, aku cuma berdoa minta sama Tuhan, supaya Tuhan tidak biarkan aku keluar sebagai pecundang. “Ijinkan kepalaku bisa tetap tegak Tuhan, pergi dari tempat ini”. Dan benar, aku keluar dengan “kepala tegak”. Teman-teman berkumpul disore itu, mengadakan perpisahan kecil untuk aku dan memberikan bingkisan kenang-kenangan. Aku mengucapkan kata-kata perpisahan singkat dan ucapan terimakasih dan permohonan maaf, dengan senyum. Teman-teman menyalamiku, dan aku membalas dengan sambil bercanda-canda, sampai salah satu temanku mengira aku senang keluar dari situ! (red: teman yang suka curhat keluh-kesah pekerjaan). Tuhan luar biasa…tidak ada air sama sekali dimataku saat itu..

Aku mengganggur lagi. Dua bulan kemudian, tiba-tiba seorang manager dari ex kantorku itu menelpon dan menanyakan kabarku. Karena tahu aku masih nganggur, dia menawarkan apa aku mau bekerja kembali disitu (tapi lain gedung), menggantikan sementara seorang staff yang sedang dikirim kelapangan selama 3 bulan. Aku mau.

Back to old friends . Walaupun lain gedung dan lain section, tapi aku masih sesekali bertemu dengan teman-teman lamaku. Dan juga dapat teman-teman baru. Well, walaupun aku pernah merasa “ditendang”, I try to enjoy.

Kira-kira 10 hari sebelum masa kontrak 3-bulan ku habis, tiba-tiba ex bosku waktu di Yogya menelpon. Dia memberitahu ada lowongan kerjaan di kantor temannya, dan menanyakan apakah aku mau mencoba. Aku tentu saja mau!

Aku bertemu dengan direkturnya. Diwawancarai. Lalu dijelaskan tugas dan tanggung jawab untuk posisi yang aku lamar. Posisi itu adalah Finance Manager, untuk kantor regional Asia Tenggara. Suatu organisasi social yang kegiatannya selain di Indonesia, juga di Kamboja, Philipina dan Thailand. Aku nantinya harus mengunjungi partner-partner dengan siapa organisasi itu bekerja, dinegara-negara itu. Melakukan monitoring, audit, memberikan asistensi atau training. Wow, interesting! Gaji yang ditawarkan 7 juta.. *ehemm*

Selesai interview aku pulang dengan perasaan biasa saja. Walaupun tertarik, tapi tidak terlalu berharap karena tidak merasa cukup mampu untuk duduk diposisi itu.

Beberapa hari kemudian, aku ditelepon lagi oleh direktur itu. Memintaku untuk datang lagi kekantornya, untuk interview kedua.

Beberapa hari setelah interview kedua, aku ditelpon lagi, dan diberitahu bahwa aku diterima, dan diharapkan segera bergabung secepatnya! O MY GOD… it’s surprising…! Rasaku campur aduk, senang, bahagia, setengah tak percaya, dan beribu-ribu mengucap syukur sama Tuhan. You know guys, I get what I dream on, even more!
– Minta kerjaan dijakarta, dapet
– Minta kerjaan tetap (tidak kontrak), dikasih
– Minta yang hari Sabtu nya libur, bener hari Sabtu libur
– Minta Gaji 6 juta, malah dikasih 7 juta!

How Greattt…is our God, sing with me: How greattt…is our God, all will see: how greatttt…how greattt…is our God
*singing*

Aku dengan berbangga hati memberi tahu pada managerku, bahwa aku sudah dapat kerjaan dan tidak akan kerja disitu lagi, karena tadinya dia mau memperpanjang kontrakku. Dia ikut senang dan mengucapkan selamat padaku.

Itu peristiwa 5 tahun yang lalu, teman. Tapi sampai hari ini, aku masih terkagum-kagum sama kebaikan Tuhan bagiku. Dia memberi semua yang kuminta. Bahkan lebih! Dia mengatur, sesuai caraNya. You know, Pada waktu aku sudah kerja dikantor itu (kantorku sekarang), aku baru tahu bahwa direkturku itu sebenarnya sudah lama mencari orang untuk posisi itu, karena Finance Manager yang lama mau pindah keluar negri. Tapi entah kenapa, (Tuhan buat) tidak ada yang cocok dihatinya. Baru pas ketemu aku, dia merasa sreg. Bahkan, baru aku tahu juga setelah aku disitu, ada rekan kerja senior dikantor dimana aku “ditendang”, juga melamar untuk posisi itu dan sudah diinterview! Namun Tuhan tidak memberikan kursi itu buat dia, tapi buat aku, anak yang dikasihiNya . Luar biasa… siapalah aku ini sampai Tuhan mau menyempatkan diri repot-report menjawab doa dan permintaanku….

“Siapakah aku iniii..Tuhannnn… jadi biji matamuuu… Dengan apakah kubalas Tuhann, s’lain puji dan sembah Kauuu… *singing*

Sejak saat itulah, aku merasakan level imanku pada Tuhan, lompat. Aku sangat yakin akan penyertaanNya yang setia, dan akan kehebatanNya yang tidak tertandingi. Masa depanku kuletakkan ditanganNya yang penuh kasih. Thanks my Jesus, I love YOUl!!!!

About susanrumbo

a simple and modest girl

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: