//
you're reading...
Just one cent

Tanggal 2 January 2012

“Selamat Tahun baru semuanya. Ditahun ini mari lebih lagi berbuat kebaikan, mengasihi Tuhan dan sesama lebih lagi. Berbuah dan berdampak. Buang yang usang, kenakan yang baru, agar kitapun dapat berkat-berkat yang baru”

Itu  adalah staus FB saya, pada malam tahun baru, tanggal 1 January 2012 pukul 2.00 pagi, sebagai ucapan selamat tahun baru buat teman-teman di FB, dan kerinduan untuk lebih baik lagi di tahun ini.

Pagi tadi saya sudah lakukan kerinduan saya itu, yaitu berbuat baik bagi sesama 🙂

Ceritanya, beberapa waktu lalu saya dan kakak saya belanja di Matahari, di Rawamangun. Matahari sedang ada program stiker berhadiah. Jadi setiap belanja 150 ribu (kalau tidak salah) akan dapat satu stiker. Stiker-stiker itu bisa dikumpulkan dan ditukarkan dengan voucher belanja. Kami sudah punya 9 stiker. Minimal adalah 10 stiker untuk bisa ditukarkan dengan voucher belanja Rp. 50 ribu. Lalu per kelipatan 5 stiker, akan dapat voucher 50ribu atau 100ribu.

Selain itu, kakak sayapun punya kupon discount 50ribu, yang dia dapat waktu beli sepatu untuk anaknya, dua hari yang lalu. Hari ini adalah hari terakhir penukaran stiker. Jadi pagi tadi saya pergi ke Matahari bermaksud menukarkan sticker dan menggunakan kupon discount tersebut.

Sampai di Matahari, saya pergi ke bagian penukaran voucher. Saya ceritakan saya punya 9 sticker, dan bermaksud belanja menggunakan kupon discount. Lalu saya tanyakan apakah saya bisa dapat 1 stiker lagi dengan kupon discount tersebut, untuk memenuhi minimal stiker untuk mendapatkan voucher belanja. Yang pertama saya dapat jawaban, ternyata program voucher terakhir tanggal 31 Desember 2011. Yang kedua, ternyata kupon diskon kakak saya juga sudah tidak berlaku karena kupon tersebut harus digunakan pada hari itu juga (saat dapat). “Yaaah sia-sia deh saya kesini….”, pikir saya.

Berpikir beberapa saat, akhirnya saya putuskan langsung pulang. Lalu saya hampiri seorang ibu yang juga sedang menukarkan stiker vouchernya.

“Ibu, saya punya stiker, ini dipakai saja bu, soalnya saya tidak bisa pakai”, saya bilang sama ibu itu.

“Lho, kenapa mbak” Tanya si ibu

“Iya, soalnya tidak cukup, cuma 9. Dari pada tidak terpakai, lebih baik ibu pakai saja. Ini, lumayan ada 9” jawab saya sambil memberikan stiker-stiker tersebut.

“Oh ya, terimakasih ya mbak” si ibu menerima stiker-stiker tersebut dari tangan saya.

“Iya bu, pakai saja” Jawab saya sambil tersenyum seraya beranjak pergi.

Rupanya staff Matahari yang sedang melayani ibu itu mendengarkan pembicaraan kami. Lalu dia bilang: “Mbak, stikernya cuma 9 ya? Duduk saja dulu, mbak” katanya sambil mempersilahkan saya duduk disebelah ibu itu.

“Oh ya mbak, saya cuma punya 9. Kenapa?” Tanya saya

“ini ada stiker, bisa buat mbak. Mbak duduk aja dulu” Katanya. Sayapun duduk, tidak jadi beranjak pergi.

“Tadi ada orang nuker stiker kebanyakan (karena harus per kelipatan 5), saya kasihkan ke mbak aja 1” lanjut mbak itu.

“Ooh … ya udah kalau gitu ini bisa dipakai mbak. Ini stikernya mbak” Si Ibu menyerahkan kembali stiker-stiker itu kepada saya.

“oh ya? Ooh syukur deh. Makasih ya mbak…” Kata saya kepada si mbak. Si mbak tersenyum lalu mengambilkan satu stiker dan diberikan kepada saya, sehingga saya bisa tukarkan dengan voucher belanja 50 ribu :). Lumayan deh,  pulang bawa 1 celana jeans, dengan nambah uang dikit :D.

Saya belajar sesuatu di kejadian itu. Saya percaya setiap kebaikan yang kita lakukan pasti tidak akan hilang sia-sia. Apa yang kita tabur, itu yang akan kita tuai.

Saya punya pilihan, apakah saya lebih memilih stiker-stiker milik saya menjadi tidak berguna, daripada digunakan oleh orang lain. Atau saya memilih meng-iklaskan stiker-stiker itu menjadi berguna, tetapi bukan buat saya. Buat orang lain 🙂

Saya bersyukur, saya sudah memilih untuk memberkati orang lain. Saya belajar untuk berbuat baik buat orang lain. Dan saya bersyukur saya bisa dengan iklas dan senang hati, memberikan stiker-stiker itu untuk berguna bagi orang lain. Dan lihatlah, saya langsung menuai hasil dari kebaikan saya itu, saat itu juga. Ternyata saya tetap bisa menggunakan stiker-stiker itu karena saya mendapat kebaikan dari orang lain, dan saya percaya itu dimulai dari kebaikan yang saya lakukan :). Jadi, marilah kita berlomba-lomba berbuat baik di tahun ini, dan dengan tidak jemu-jemu 🙂

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:9)

About susanrumbo

a simple and modest girl

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: