//
you're reading...
Catatan tidak penting

Hidup sederhana aja

Satu kali temanku pernah bilang “K Herni mah orangnya sederhana”. Oh ya?

Seumur-umur aku ga pernah berpikir aku type sederhana. Yaaa, maksudku, kalo aku punya uang, kayanya aku ga bakal “sederhana”, tapi aku bakal perlengkapi diriku dengan barang yang menurutku keren2, baju, sepatu, tas, handpohe, pokoe yang keren2.

Aku memang sederhana. Dalam arti, karena keluargaku memang bukan orang kaya, tapi keluarga sederhana yang hidup secukupnya saja, ya aku pastinya jadi hidup sederhana juga. Baju, tas, sepatu, yang biasa2 aja, soalnya ga punya uang berlebih untuk beli yang bermerk.

Kemurahan Tuhan, aku cukup diberkati dalam pekerjaan. Yaa .. paling tidak gajiku bisa untuk ngebelanjain barang2 keren ataupun gadget paling keren. Orang-orang sebaya single yang aku kenal, yang kayanya gajinya juga ga lebih besar dari aku, atau paling tidak kisaran samalah, belanjain duitnya untuk baju bermerk, handphone keluaran baru, tas bermerk, sepatu. Seminggu 4 kali makan di resto atau café. Sebulan sekali perawatan disalon, entah wajah, entah rambut, atopun pedicure-manicure. Masuk anggota club fitness. Tiap tahun pasti liburan keluar kota atau luar negri. Kelihatannya mereka menikmati sekali ngebelanjain uang hasil keringat mereka untuk memanjakan diri.

Lha giliran lihat ke aku, kok aku ga kaya mereka ya… bajuku masih ga bermerk. Aku malah lebih suka ngoprek pasar tanah abang buat beli baju daripada ke mall. Kok kayanya sayanggg gitu, ngebelanjain baju mahal2 di mall, padahal barang tanah abang juga udah bagus (menurut aku, hehe). Sepatu, tas, aku lebih suka panas2an belanja di pasar grosir yang harganya jauh lebih murah.

Pun gadget. Aku lihat ada orang berani beli HP seharga gajinya 1 bulan atau paling tidak gaji setengah bulan. Dan gaji mereka cuma sedikit diatas UMR. Yang menurut aku, handphone harga dibawahnya juga masih cukup bagus dan memadai untuk kebutuhannya.
Dan aku? Harga handphone terakhir yang aku beli itu ga sampe 20% gajiku :D. Sempet sih tergoda pengen beli yang bermerk (keikut2an temen :D). Tapi pas mau belinya kok ya, pikir punya pikir… pikir punya pikir… akhirnya beli yang murahan hehhe. Yang masih kisaran UMR lah :D. Rasanya kok ga tega gitu ngeluarin uang berjuta-jutaan padahal toh makenya paling ya Cuma nelponan, smsan, wa-an, bbm-an, browsing sekali2 kalo perlu, terima email. Ya Cuma begitu-begitu doank, yang menurutku pake hp android seri paling sederhanapun udah nyanda’ :).

Sama juga halnya dengan transportasi. Kemurahan Tuhan aku diberkati mobil. Dan juga motor.Beberapa temanku suka naik taxi kemana-mana. Budget transport mereka bisa sampai 2jutaan sebulan. Kalo aku, kemana2 aku paling cinta dengan si bebek, Revo merahku :). Kayanya lebih enak naik motor, cepet ga pake macet. Kalo cari alamat dan salah jalan atau kelewatan, tinggal balik dikit, gampang. Parkir gampang dan murah, cukup bayar 1000 kalo mampir di indomart. Dan aku ga perlu budgetin besar2 buat bensinnya sebulan, 500ribu cukup untuk kantor-rumah pp selama sebulan. Dulu waktu awal-awal pindah kerja, aku pernah bawa mobil kekantor, ada kira2 3 bulanan. Dan bensinnya bow, 10x lipat bensin motor! Belum maintenancenya! Belum kena macetnya! Mana udah kebelet pipis, lampu merah di prapatan Salemba bisa sampe kena 4-5 kali! Sejak itu kapok bawa mobil kekantor. Nyerah deh. Mending dengan si Revo ku sayang, yang mengerti kebutuhanku yang suka mefet-mefet waktu ini :D. Jadi kalo bawa mobil (Escudo merah juga 🙂 ), cuma kalo kondisi mefet-mefet, tapi mefet orang alias lebih dari 3 :).

Tapi sejauh itu aku ga pernah berpikir, atau menilai diriku sebagai seorang yang sederhana. Karena menurutku, aku tetep cukup keren (hehe). Cukup gaya juga. Ga ndeso kok ;).

Temanku bilang aku sederhana, aku jadi menilai diriku lagi. Iya juga ya. Aku nih termasuk orang yang sederhana ya. Bukan sederhana yang konteksnya negative, gitu. Tapi hidup bersahaja, yang untuk kebanyakan orang zaman sekarang jauh dari pilihan hidup mereka. Orang2 zaman sekarang, yang hidup dengan pola konsumerisme, gengsi, pamer di status, dan suka segala hal yang berbau materialisme. Tanpa disadari, hal2 itu yang nge-lead hidup mereka.

Aku bersyukurlah, walaupun uangku ada, aku masih lebih suka makan dirumah yang buatan sendiri (nyokap), walaupun kadang cuma sama lodeh tempe, daripada makan di resto ato di cafe. Paling kalo ga ada makanan di rumah, ya cari makanan di sekitar rumah. Kebetulan banyak banget yang jualan. Nasi goreng, nasi uduk, pecel lele, ayam bakar, dan… bakmi balige yang paling mantapp! :)D
Well, walaupun sekali-sekali gapapa juga sih makan di resto mahal, atau beli baju bermerk, kalo pas lagi pengen, atau lagi pengen makan keluar bareng keluarga/teman. Cuman yang pasti, bukan itulah tujuan ku setiap mau ngebelanjain berkat yang dari Tuhan. Bukan cuma nyari sesuatu yang “berkelas”.

Trus uangku kemana? Uangku kubelanjakan untuk hal-hal yang tepat. Uang ku untuk memberkati orang2 yang Tuhan taruh disekitar hidupku, yang butuh kemurahanku. Aku belajar bisa mempertanggungjawabkan berkat yang Tuhan kasih ke aku. Ternyata enak kok, memberkati itu. Senang lihat orang dicukupkan kebutuhannya karena kemurahanku. Dan aku cuma mau, Tuhan disenangkan atas apa yang aku lakukan. Praise the LORD :).

About susanrumbo

a simple and modest girl

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: